Search

Wahyu Agung Drajat Mulyono, Striker Potensial asal Mojokerto

Skuad #Garudaselect angkatan ketiga memiliki sosok penyerang penuh potensi dalam diri Wahyu Agung Drajat Mulyono.

Skuad #Garudaselect angkatan ketiga memiliki sosok penyerang penuh potensi dalam diri Wahyu Agung Drajat Mulyono. Asisten pelatih Danny Holmes meyakini bahwa Wahyu berpeluang menjadi aset berharga bagi permainan tim.


"Kekuatan utama Wahyu adalah pergerakannya. Ia mampu mencari ruang kosong yang sekaligus membantu menciptakan jalur operan bagi teman-temannya. Hal itu terlihat melalui beberapa peluang yang didapatkan dalam laga melawan Port Vale U18," kata Holmes. "Jika gelandang sedang memegang bola, para penyerang harus bergerak dan menciptakan ruang bagi mereka sehingga lebih mudah untuk memberikan operan dan menciptakan peluang. Hal itu yang diberikan Wahyu kepada tim. Semoga saja, ia bisa menjadi lebih baik lagi melalui pengalaman bertanding, latihan, serta bertambahnya pemahaman terkait peran seorang penyerang."


Bakat striker kelahiran Mojokerto, Jawa Timur pada 29 April 2004 tersebut memang telah terlihat sejak usia dini. Meski sebenarnya sempat berpindah posisi beberapa kali, tidak ada posisi yang lebih tepat bagi Wahyu ketimbang berada di depan gawang lawan. "Saya memang sudah bermain sebagai striker sejak kecil tetapi saya juga pernah mengisi posisi sayap, gelandang, dan bahkan bek tengah. Baru ketika bermain bersama Tim Elite Pro Academy U-16 Persebaya, saya kembali sebagai striker karena menurut pelatih saya punya kelebihan dalam hal menjaga bola dan penyelesaian akhir sehingga lebih cocok jadi striker," kata Wahyu.


Wahyu pertama kali mengenal sepakbola dari ayah angkatnya, Agung Cahyono, yang merupakan mantan pemain PSMS Medan Junior. Seiring berjalannya waktu, kegilaan ayah angkatnya terhadap sepakbola tertular pada Wahyu. "Saya sering diajak menemani latihan dan menonton ayah bermain dalam laga antar kampung. Sejak itu, saya langsung suka dengan sepakbola, tertarik untuk berlatih, dan ingin menjadi seorang pesepakbola profesional," kata Wahyu.


Ketika dipastikan lolos seleksi program #Garudaselect angkatan ketiga untuk berangkat ke Inggris, hal pertama yang dilakukan Wahyu adalah memberi kabar bahagia kepada keluarga. "Saya selalu merasa percaya diri dengan kemampuan saya. Saya tak ada perasaan ragu atau gugup ketika menjalani seleksi. Saya yakin 100% bisa terpilih," kenang dirinya. "Setelah pengumuman seleksi, saya langsung menghubungi orang tua. Mereka bilang bahwa semua merasa bangga dan bersyukur."


Bagi Wahyu, program Garuda Select merupakan kesempatan emas untuk mengejar mimpi menjadi pesepakbola profesional, sekaligus bisa membanggakan keluarga. Ia bertekad untuk menjalani seluruh program latihan dengan totalitas agar bisa memperbaiki kekurangan yang dimiliki. "Latihan di sini sangat baik dari segi fisik, teknik dan taktik. Intinya, program latihan yang diberikan fokus untuk mengembangkan kemampuan setiap pemain," dirinya menjelaskan. "Yang saat ini ingin saya kembangkan lagi adalah kemampuan menyundul bola. Saya tahu itu masih menjadi kekurangan saya."

Sosok yang mengidolakan penyerang Bayern Muenchen, Robert Lewandowski tersebut berharap pelajaran yang didapatkan selama di Garuda Select bisa mengantarkannya masuk tim nasional Indonesia dan bermain di klub Eropa. "Semoga saja, saya bisa terus berkembang dan setelah dari Garuda Select saya bisa membela timnas di ajang Piala Dunia U20 2023, serta mendapat tawaran untuk bermain di Eropa seperti Bagus (Kahfi) dan Brylian (Aldama)," Wahyu mengakhiri.