Search

Rahasia Konsistensi Kakang di Lini Belakang

Pemain asal Cianjur ini mencatatkan waktu bermain terbanyak yakni 766 menit

Kakang Rudianto tercatat sebagai pemain dengan menit tampil paling banyak di skuad Garuda Select dengan 766 menit. Dari sembilan pertandingan, ia selalu ditunjuk memulai laga sejak awal dan tujuh di antaranya selalu dimainkan penuh. Tentu tidak mudah bagi pemain muda milik Persib Bandung tersebut untuk menjaga konsistensi permainannya.


Di luar hari pertandingan, para pemain, termasuk Kakang, digembleng latihan tiga kali sehari di Aston University, Birmingham. Mulai dari latihan teknis di lapangan, hingga latihan fisik di pusat kebugaran, harus dijalani. Kondisi itu menuntut para pemain untuk bisa mengatur kinerja tubuh dengan baik.


Bagi Kakang, aspek terpenting dalam menjaga penampilan adalah dengan mendisiplinkan diri sendiri. “Selama lebih dari tiga bulan, sebisa mungkin saya menjaga pola makan, tidur, dan istirahat. Selain itu, tim pelatih selalu memantau perkembangan fisik saya. Itu kunci saya bisa bermain konsisten sejauh ini,” ucap Kakang ketika ditemui MolaTV.


Hingga jelang penutupan tahun, Kakang mengakui sudah banyak merasakan perkembangan signifikan sejak pertama datang. Tidak hanya soal teknis dan fisik, chemistry sesama anggota tim juga mulai terjalin dengan erat seiring kebersamaan mereka selama menjalani pemusatan latihan.


“Perkembangan dari pertama datang sudah membaik. Dari yang awalnya belum saling kenal, sampai sekarang sudah bisa kenal dan komunikasi satu sama lain. Apalagi sebagai kapten tim, saya harus bisa memotivasi teman-teman yang lain untuk tetap fokus,” kata pemain asal Cianjur ini.


Garuda Select sudah menjalani sembilan pertandingan di musim kedua ini. Hasilnya cukup menggembirakan dengan grafik permainan yang terbilang meningkat setiap pekannya. Empat kemenangan, dua hasil imbang, serta tiga kekalahan mewarnai perjalanan Kakang dkk. selama 2019.


Tahun depan, Garuda Select akan bertolak ke Italia untuk menjajal kemampuan beberapa tim akademi di sana seperti Torino, Internazionale, hingga Juventus. Gaya bermain berbeda dibandingkan tim-tim Inggris sebelumnya, tentu akan jadi tantangan yang harus dihadapi Kakang dkk.

  • Instagram