Search

Profil Frezy Al-Hudaifi: Siap Memperbaiki Diri Demi Mimpi Main di Eropa

Updated: Jan 31


Frezy Al-Hudaifi menjadi salah satu pemain yang mengisi lini tengah #GarudaSelect musim ketiga. Pemain kelahiran Jakarta, 21 April 2004 ini ternyata sudah menarik minat Dennis Wise sejak tahun sebelumnya.


"Frezy adalah pemain yang sudah kami lihat sejak tahun 2019 lalu. Namun, ketika itu usianya belum mencukupi karena kami tinggal di Asrama Universitas yang mempunyai syarat minimal usia 16 tahun untuk tinggal di sana. Frezy punya kemampuan teknik yang bagus, tapi kelemahannya, ia belum bekerja cukup keras dalam pertandingan. Ini yang akan coba kami perbaiki. Saat ini ia masih sering membuat bagian permainan menjadi lebih rumit padahal dalam sepakbola diperlukan cara-cara yang simpel," kata Dennis.


Frezy sadar tentang kelemahannya dan dia tengah mencoba untuk memperbaiki hal tersebut. "Ya, pelatih sudah memberikan evaluasi kepada saya. Selain itu saya juga mendapatkan masukan dari pelatih untuk tidak sering kehilangan bola di lini tengah," kata Frezy.


Frezy sendiri berharap bisa berkembang baik di dalam maupun luar lapangan dengan mengikuti Program #GarudaSelect. Sejak kecil, Frezy punya mimpi untuk membela klub Eropa dan timnas Indonesia. "Saya kenal sepakbola dari Om saya sejak usia lima tahun, kemudian saya mulai serius bermain dengan masuk ke SSB Ragunan hingga bergabung di Bhayangkara Elite Pro U-16," kata Frezy. "Saya mempunyai mimpi agar bisa seperti idola saya Andres Iniesta yang berjuang dari level bawah mulai dari La Masia, Barcelona B, hingga jadi bintang Barcelona dan timnas Spanyol," tambah Frezy.


Di mata teman-temannya Frezy dikenal sebagai orang yang ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja termasuk dengan pemain asing di #GarudaSelect. "Frezy orang yang baik dan mudah bergaul di luar lapangan. Di dalam lapangan ia punya teknik yang bagus dan pergerakannya cepat ketika bola ada di kakinya," kata Elia Di Guiliomaria. "Saya melihat Frezy sebagai pekerja keras dan pintar di dalam lapangan terutama saat mengalirkan bola ke lini depan," tambah Muhammad Faqih Maulana.

"Di dalam Program #GarudaSelect saya sadar untuk suatu hari bisa bergabung bersama klub Eropa teknik yang baik saja tak cukup. Dibutuhkan juga kemampuan fisik yang bagus serta kecerdasan dalam mengambil keputusan di dalam lapangan," kata Frezy. "Saya berharap bisa belajar banyak di Program #GarudaSelect musim ketiga yang merupakan kesempatan langka untuk bisa dilatih oleh Des Walker dan Dennis Wise serta mendapat fasilitas kelas dunia di Loughborough University. Semoga ini merupakan jalan saya untuk suatu hari bisa bermain di klub Eropa," tambah Frezy.

Recent Posts

See All