Search

Profil Faqih Maulana: Bek Tengah Tangguh Garuda Select

Updated: Jan 21

Karakter bermainya keras dan tidak ragu untuk berduel dengan pemain lawan.

Karakter bermainya yang keras dan tidak ragu untuk berduel dengan pemain lawan yang lebih besar darinya adalah gambaran seorang Muhammad Faqih Maulana, sang pengawal garis pertahanan Garuda Select. Penampilannya saat menghadapi Port Vale sempat mendapatkan apresiasi dari Tim Pelatih.


Baginya, ada sedikit adaptasi yang harus dilakukan mengingat ini adalah posisi baru yang harus ia mainkan. Faqih diberikan peran agak ke dalam sebagai bek tengah, berbeda dengan posisi sebelumnya yang sering ia mainkan sebagai full-back. "Ini soal adaptasi kembali saja karena antara bek tengah dan full-back tentu berbeda. Kalau full-back kita harus siap naik turun, sedangkan kalau di tengah, saya dituntut punya pandangan luas mengamati pertandingan," kata Faqih.


Keputusan pelatih memindahkan posisinya agak lebih ke dalam tentu didasari dengan pertimbangan matang. Menurut Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes, kekuatan serta karakter permainan Faqih memang lebih cocok untuk seorang bek tengah dibandingkan full-back.


"Sebagai bek tengah, dia punya peluang besar untuk tampil bagus di posisi itu. Dia hanya butuh meningkatkan beberapa hal teknis seperti mengumpan dan kontrol saat menerima bola. Tetapi, dia memulai program ini dengan baik dan saya ingin melihat seperti apa perkembangannya ke depan," kata Holmes menjelaskan.


"Faqih punya kekuatan dan determinasi yang tinggi. Dia tidak mau kalah dan juga menikmati di posisi bertahan. Orang lain mungkin akan selebrasi ketika timnya mencetak gol, tetapi dia selebrasi ketika berhasil melakukan tekel. Itu adalah karakter yang saya sukai dari seorang bek,"


Menjadi bagian dari Program Garuda Select diakui Faqih sudah ada di mimpinya sejak lama. Faqih tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas yang datang kepadanya dan akan berusaha menggali ilmu lebih dalam lagi tentang sepak bola.

"Rasanya campur aduk, ada bangga, senang, dan gugup. Saya gugup karena memang sudah lama terbesit keinginan ikut Garuda Select. Saat seleksi, persaingannya sangat ketat karena banyak pemain bagus di sana. Intensitas latihan di sini sangat tinggi. Cuaca juga mempengaruhi penampilan, pemain harus bisa mengatur napas," Faqih menceritakan.


"Banyak latihan yang belum didapat di Indonesia, terutama dari segi fisik. Tetapi salah satu target saya di sini memang ingin meningkatkan fisik. Selain itu, saya juga berusaha untuk meningkatkan visi bermain saat bertanding di lapangan," katanya mengakhiri wawancara.