Search

Profil Adre Arido: Dedikasi Untuk Kakek

Kakek sering mengajak saya menonton pertandingan eksibisi di kampung, juga beberapa kali mengajari dasar-dasar sepak bola.

Adre Arido masuk ke dalam daftar 11 orang pertama yang diberi kesempatan memulai pertandingan Garuda Select angkatan ketiga melawan Port Vale. Ia tampil sepanjang babak pertama dan mampu menjaga gawangnya dari kebobolan. Ini merupakan pengalaman berharga bagi pemain yang mengenal sepak bola lewat arahan sang kakek yang memang menggemari sepak bola.


Adre lahir di Yogyakarta. Namun titik awal karier sepak bolanya bermula di Jakarta, ketika masuk sebuah Sekolah Sepak Bola di dekat tempat tinggalnya. Ia memulai pendidikan sepak bola di SSB Rindam, Jakarta Timur, pada 2011. Selang satu tahun, ia bergabung ke Jakarta Football School hingga 2019. Setelah itu, ia masuk ke SSB Bina Taruna, yang kemudian menjadi jalan pembukanya mengikuti Program Garuda Select.


"Waktu kecil saya tinggal di Yogyakarta, kalau liburan sekolah, sering main ke rumah kakek di Jakarta. Sebenarnya awalnya saya senang bulutangkis, tetapi kebetulan, kakek sering mengajak saya menonton pertandingan eksibisi di kampung, juga beberapa kali mengajari dasar-dasar sepak bola," kata Adre.


Awalnya, Adre tidak memulai kariernya sebagai seorang penjaga gawang. Namun, ada satu momen yang membuatnya terpaksa harus menjaga gawang. "Waktu kelas dua SD pindah ke Jakarta dan masuk SSB. Tetapi waktu itu belum jadi kiper. Kemudian, ada satu momen penalti yang saya terpaksa menjadi kiper dan saya berhasil menggagalkan penalti itu. Dari situ akhirnya saya dirasa cocok menjadi kiper,"


Menurut Adre, bisa mendapatkan kesempatan mengikuti Program Garuda Select merupakan impiannya yang menjadi kenyataan. Pada dua edisi sebelumnya, ia mengaku selalu mengikuti perkembangan program lewat layar kaca. Adre juga sempat pesimistis program ini berlanjut ke angkatan ketiga karena pandemi COVID-19. Namun, saat tahu program ini tetap berjalan, ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan.


"Saya suka berkhayal kapan saya bisa mendapatkan kesempatan latihan di Inggris seperti Bagas dan Bagus. Tahun ini, semua aktivitas sepak bola terhenti dan saya sempat mengira ditiadakan dulu. Tapi ternyata tetap berlanjut, saya ikut seleksi, hingga terpilih itu rasa senang karena bisa mendapat kesempatan dilatih legenda sepak bola Inggris,"


Setelah angan-angannya menjadi kenyataan, Adre ingin memaksimalkan kesempatan ini untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Dengan segala penyesuaian terhadap berbagai hal baru yang harus dihadapinya di Inggris, terselip harapan bisa membuktikan diri kepada sang kakek yang merupakan guru pertamanya di sepak bola.


"Kakek berpesan saya jangan santai-santai di Inggris. Pokoknya harus tetap serius berlatih dan benar-benar kerja keras. Harus bisa tampil bagus setiap pertandingan, harus konsisten dan menyerap banyak pelajaran. Mudah-mudahan kakek saya percaya saya bisa bermain di Eropa," ucap Adre.


Ia juga menambahkan, ada satu pelajaran yang menarik perhatiannya adalah keseimbangan antara permainan keras namun juga harus menjaga ritme permainan tetap dinamis. "Pemain Inggris bermain keras dan posturnya tinggi. Pelajaran yang saya ambil dari pertandingan kemarin, pastinya mental. Kemudian harus bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tahu bagaimana menyesuaikan diri dengan situasi. Selain itu, ada beberapa hal lagi terutama dari segi mental dan melatih refleks tangkapan." kata Adre