Search

Lorenzo, Warna Baru di Lini Depan Garuda Select

Updated: Jan 9

Lorenzo memberikan dimensi permainan berbeda di lini serang yang berharga bagi Garuda Select.

Lorenzo Berra memberikan dimensi permainan berbeda di lini serang Garuda Select. Kecepatan dan kekuatan fisik yang dimilikinya menjadi aset berharga bagi Garuda Select kedepannya.


Hal itu dituturkan langsung oleh pelatih Dennis Wise setelah melihat performa apik Lorenzo dalam laga perdana Garuda Select angkatan ketiga melawan Port Vale U18 yang digelar di Loughborough University pada 22 Desember 2020. Meski baru masuk di babak kedua, pemain kelahiran Milan, 3 Juni 2003 tersebut mampu membuat Wise terkesima. Pasalnya, sejak Lorenzo merumput, permainan Garuda Select jadi lebih berbahaya dan sering menebar ancaman bagi pertahanan Port Vale U18.


Lorenzo merupakan salah satu dari dua pemain Italia yang bergabung dengan Garuda Select angkatan ketiga yang berasal dari Como 1907. Ia dipilih karena dianggap oleh Como paling siap secara kemampuan dan mental untuk menjalani petualangan bersama Garuda Select selama tujuh bulan kedepan. Dalam waktu dekat, mereka akan disusul oleh beberapa pemain asing lain dari benua Afrika dan Amerika.


Kehadiran Lorenzo serta Elia Di Giuliomaria merupakan hal baru bagi Garuda Select yang skuadnya hanya berisi pemain asal Indonesia pada dua angkatan pertama. Namun, situasi ini jelas membawa hal positif bagi para pemain muda Indonesia. Mereka diharapkan bisa lebih membuka diri dan belajar dengan kultur serta budaya negara lain, yang tentunya memudahkan mereka untuk terus menimba ilmu di Eropa.


"Saya pikir Lorenzo bermain dengan baik. Ia terlihat kuat dan gesit, sehingga menciptakan problem bagi pertahanan lawan. Ia sangat tidak beruntung karena tidak mencetak gol. Peluang kami untuk mencetak gol lebih besar ketika ia berada di lapangan," ucap mantan pemain Chelsea dan timnas Inggris tersebut.


Wise meyakini bahwa Lorenzo masih bisa terus berkembang dan bersumbangsih banyak bagi Garuda Select. Dengan kecepatan dan kekuatan fisik yang dimiliki, striker dengan tinggi badan 1,73 meter bukan hanya memiliki potensi untuk menjadi pencetak gol ulung, melainkan juga membantu skema serangan Garuda Select menjadi lebih atraktif dan efektif.


"Ia (Lorenzo) masih bisa meningkatkan permainannya dengan mengurangi menyentuh bola ketika berada di beberapa area tertentu lapangan, terutama kala memunggungi gawang. Ia bisa menahannya, mengoper, lalu berlari. Bagaimanapun, performanya jelas positif," tutur Wise.

Awalnya, Lorenzo sendiri mengaku sempat merasa terkejut bisa terpilih untuk mengikuti program Garuda Select, tetapi kini Ia justru menikmati kehidupan barunya dan bertekad untuk memberikan yang terbaik. Apalagi, ia merasa diterima secara terbuka dan hangat oleh para pemain asal Indonesia, sekalipun ada kendala bahasa.


“Memang sulit untuk berbicara dalam bahasa Inggris, tetapi seiring berjalannya waktu mereka semua ternyata sangat lucu. Kami berusaha untuk sering ngobrol dan saya merasa sangat senang bisa bertemu dengan mereka,” kata Lorenzo.


Dalam laga melawan Port Vale U18, para pemain Indonesia masih sering saling berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Adapun Lorenzo justru berbicara dalam bahasa Italia. Meski komunikasinya masih kurang lancar, ia tidak begitu mempermasalahkan. Alih-alih, Ia malah ingin belajar bahasa Indonesia.


“Ketika kami semua berada di atas lapangan, hanya ada satu bahasa (sepakbola. Jadi, tidak ada masalah bagi saya,” kata pemain berkaki kanan itu. “Tentunya, saya juga harus tahu beberapa kata dalam bahasa Indonesia untuk bisa lebih memahami tim, juga lebih sering mengobrol.”


Jika dibanding dengan latihan di Italia, latihan yang dijalani Lorenzo bersama Garuda Select memang tidak banyak perbedaan secara materi. Namun, ia merasa porsi latihan lebih berat dan intensif.


“Latihannya berat, tetapi saya menikmatinya,” tuturnya. “Hal paling berbeda adalah kami latihan dua kali sehari, bukan hanya satu kali (seperti di Italia), jadi memang sedikit lebih sulit, tetapi semuanya berjalan menyenangkan.”


Bagi Lorenzo sendiri, mendapat pengalaman menghadapi karakter permainan khas klub-klub Inggris yang keras dan cepat merupakan kesempatan emas untuk mengasah kemampuannya. Ia pun berharap mampu mencetak gol dalam laga selanjutnya.


“Klub Inggris bermain dengan keras dan kuat, jadi kami masih harus meningkatkan fisik dan pengetahuan kami untuk bisa mengalahkan mereka,” ujar dirinya. “Pasti selalu ada hal yang bisa ditingkatkan. Misalnya, saya harus mencetak gol tetapi gagal (vs Port Vale U18). Berikutnya, saya harus bisa mencetak gol dan barulah saya akan merasa puas.”


Lorenzo optimistis kedepannya kebersamaan skuad Garuda Select akan semakin terbangun, yang pastinya berdampak pada permainan tim di atas lapangan. Hal ini pun diamini oleh kapten Garuda Select, Edgard Amping. Meski komunikasi antara Lorenzo dan pemain Indonesia terkadang masih harus menggunakan bahasa tubuh, ia yakin bahwa kehadiran pemain asing memberikan dampak positif.


“Saya rasa dengan adanya pemain asing di skuad yang sekarang membuat kami jadi lebih termotivasi, kami jadi lebih bekerja keras dalam latihan karena kami tidak mau kalah dengan pemain asing. Dan dari mereka, kami juga mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman,” ucap pemain alumnus Garuda Select angkatan kedua itu.



Recent Posts

See All