Search

Kesempatan Kedua Rafli dalam Program Garuda Select

Updated: Jan 31

Tak banyak pemain muda Indonesia yang bisa mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu sepakbola di Eropa selama dua tahun berturut-turut.

Tak banyak pemain muda Indonesia yang bisa mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu sepakbola di Eropa selama dua tahun berturut-turut. Muhammad Rafli Asrul bersyukur bisa menjadi salah satunya dan kembali dipanggil dalam Program #Garudaselect. Bermodalkan pengalaman bersama angkatan kedua, Ia bertekad untuk terus bekerja keras dan meningkatkan kemampuan bersama angkatan ketiga.


"Banyak perkembangan yang telah saya rasakan, terutama dari segi fisik. Dahulu, saya sangat kurus, sekarang sudah lebih berisi. Saya juga merasa kekuatan saya bertambah sehingga tidak merasa takut lagi ketika menghadapi pemain dengan postur yang lebih besar," kata pemain kelahiran Belajen, Sulawesi Selatan pada 19 Februari 2003 itu. "Ketika saya dihubungi bahwa saya kembali terpilih, saya sedang mengisi waktu dengan ikut latihan bersama tim senior PSM di Yogyakarta. Saya sangat bangga bisa kembali mengikuti program #Garudaselect. Saya harus memanfaatkan kesempatan kedua ini untuk memperbaiki semua kekurangan saya."


Salah satu pengalaman paling tak terlupakan Rafli bersama Garuda Select angkatan kedua adalah ketika menjalani tur di Italia dan berkesempatan menghadapi tim U-17 Juventus. Dalam pertandingan di kompleks latihan legendaris Vinovo pada Januari 2020 tersebut, Garuda Select mampu mengimbangi permainan Juventus. Tayangan pertandingan ini masih bisa disaksikan dalam serial Dream Chasers Garuda Select Season 2 Episode 13.


"Alhamdulillah, saya berkesempatan menghadapi klub-klub besar seperti Torino, Inter Milan dan terutama Juventus karena mereka adalah tim idola saya. Saya merasa kami seharusnya bisa menang, tetapi sayang kami kemasukan dua gol lewat titik penalti," kata Rafli. Pertandingan melawan Torino dan Inter Milan juga bisa ditonton di tayangan Season 2 episode 12 dan 14.


"Setelah melawan Juventus U-17, motivasi saya bertambah untuk mewujudkan cita-cita saya bermain di sana. Saya tahu pasti tidak mudah, tetapi saya siap untuk bekerja keras semaksimal mungkin." Rafli tahun lalu menyumbang 16 gol bersama Tim Garuda Select. Menurut Asisten Pelatih Danny Holmes, Rafli masih perlu meningkatkan beberapa aspek penting dalam dirinya.


"Rafli masih perlu memperbaiki kemampuannya untuk mengambil keputusan. Dia harus sadar bahwa terkadang dia tidak harus selalu mengoper ke depan dan harus bisa mengambil keputusan yang lebih baik bagi tim, tetapi saya yakin Rafli akan mampu mendapatkan keseimbangan yang tepat seiring bertambahnya pengalaman. Kami akan berusaha mengarahkannya selama beberapa bulan kedepan dan semoga hal itu pasti bermanfaat bagi perkembangan kariernya."

Program #Garudaselect memiliki arti yang lebih bagi Rafli. Tahun ini, skuad Garuda Select menjalani program pra-musim yang intensitasnya jauh lebih berat. Namun, Rafli mengaku siap untuk menjalani seluruh tantangan tersebut demi mewujudkan mimpinya. "Porsi latihan tahun ini memang meningkat jika dibandingkan musim lalu. Sekarang kami bisa berlatih hingga tiga kali dalam sehari yang ditambah lagi dengan sesi di gym tetapi saya akan terus berusaha untuk fokus dan menjalankan semua latihan dengan sebaik-baiknya. Ini semua akan membantu saya menjadi pemain yang lebih baik, dan semoga saja suatu saat saya bisa dipanggil untuk membela tim nasional Indonesia untuk Piala Dunia U21 2023 dan bisa bermain di salah satu klub di Eropa, seperti Bagus (Kahfi) dan Brylian (Aldama)," kata Rafli.