Search

Disiapkan Untuk Segala Kemungkinan

Updated: May 12

Pemain harus bersikap sebagai tim secara menyeluruh demi kepentingan bersama.

Gemblengan serta tempaan yang diterima para bibit muda Indonesia selama mengikuti Program Garuda Select tidak hanya meliputi sisi teknis. Patut diingat bahwa tujuan utama dari program ini bukan untuk membentuk tim yang solid, melainkan mencetak pemain-pemain berkualitas yang bisa menguasai aspek emosional serta intelejensi. Pemain harus siap dengan segala kemungkinan yang terjadi jika nantinya berhasil menjalani karier sebagai pesepak bola profesional. Mulai dari antisipasi cedera, hingga aspek-aspek lain seperti jadwal pertandingan yang mengalami perubahan secara mendadak. Seperti yang dialami para pemain Garuda Select jelang pertandingan menghadapi Blackburn Rovers U18, yang seharusnya digelar pada pertengahan Maret 2020. Tim lawan urung bertanding karena harus bersiap menghadapi turnamen FA Youth Cup di akhir pekannya. Akhirnya, untuk menjaga kondisi, tim pelatih tetap mengadakan pertandingan internal sebagai pengganti. Tim Merah melawan Tim Putih. "Ini hanya untuk memberikan menit bermain kepada para pemain agar tetap bisa menjaga kondisi kebugaran mereka. Memastikan tetap fit jika sewaktu-waktu ada pertandingan lagi," kata Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes. Masalah tidak berhenti sampai di situ. Salah satu gelandang andalan Garuda Select, Rafli Asrul, mengalami sedikit bengkak di lututnya akibat bertabrakan dengan Fajar Fathur Rahman saat latihan sebelumnya. Meski tidak tergolong cedera parah, tim pelatih tidak ingin mengambil risiko. "Rafli sebenarnya baik-baik saja. Hanya cedera ringan karena mengalami benturan. Dia harus diistirahatkan untuk beberapa hari," kata fisioterapis tim, Macauley Spurling. Pemain asal Enrekang tersebut harus rela diistrirahatkan hingga pulih total. Keinginannya untuk berjibaku di atas lapangan hijau pun harus ditahan sementara waktu. "Sakitnya di lutut dan agak bengkak sedikit. Rasanya tentu tidak enak cedera karena kita harus beristirahat dan berhenti mengikuti latihan," kata Rafli. Dikarenakan jumlah pemain yang karena cederanya Rafli, tim pelatih mengambil keputusan berani yakni memasukkan Jake Fitzsimmons (pelatih fisik) ke dalam Tim Merah. "Jake akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Rafli dan dia sudah setuju," ucap Danny Holmes. Apa yang dilakukan tim pelatih dengan mengikutsertakan Jake Fitzsimmons ke dalam tim hanyalah contoh kecil dari segala kemungkinan yang nantinya akan terjadi di dunia profesional. Di kepala para pemain coba ditanamkan pemikiran bahwa tugas mereka lebih dari hanya sekadar bermain, berlari, dan mencetak gol. Para pemain juga harus bersikap sebagai tim secara kafah di segala aspek demi kepentingan bersama. Seperti menahan hasrat bermain jika cedera, mencari solusi bersama dengan kepala dingin seandainya krisis terjadi, hingga yang terpenting, menjalankan perintah pelatih karena mereka tahu langkah terbaik untuk para pemainnya. (fa).

  • Instagram