Search

Cerita Adre dan Adit Mengatasi Kesalahan dalam Pertandingan

Dua penjaga gawang #GarudaSelect, Adre Arido dan Aditya Juli, berbagi cerita tentang blunder yang pernah mereka lakukan dan bagaimana cara mengatasinya.

Menjadi seorang penjaga gawang membutuhkan konsentrasi tinggi baik saat latihan dan saat sedang bertanding. Tidak hanya harus jeli membaca arah bola, seorang kiper juga harus bisa menjalin komunikasi dan mengatur rekan-rekannya yang lain. Tidak jarang, seorang kiper bisa melakukan blunder yang merugikan untuk tim. Dua penjaga gawang #GarudaSelect, Adre Arido dan Aditya Juli, berbagi cerita tentang blunder yang pernah mereka lakukan dan bagaimana cara mengatasinya.


"Sejujurnya, saya selama ini cukup jarang melakukan blunder ketika pertandingan, sebisa mungkin sejak awal pertandingan saya berusaha untuk fokus semaksimal mungkin. Biasanya memang ada motivasi tersendiri kalau sedang bertanding. Justru di beberapa kesempatan latihan saya pernah melakukan blunder," kata Adre.


"Ketika melakukan blunder, sebisa mungkin saya tidak terlalu memikirkannya dan kembali fokus ke pertandingan. Kalau terlalu dipikirkan, bisa tidak fokus sepanjang pertandingan akan memancing kesalahan lainnya. Kesalahan juga bisa tertutupi kalau kita tampil bagus setelahnya dan melakukan penyelamatan,"


Hampir sama dengan Adre, Adit pun menganggap kesalahan merupakan sesuatu yang tidak perlu disesali sepanjang pertandingan. Seorang penjaga gawang harus bisa bangkit dan semakin terpacu untuk memperlihatkan kemampuannya. "Biasanya ketika ada kesalahan di pertandingan, saya berusaha untuk langsung melupakan kejadian itu. Biasanya kalau terus diingat, nantinya akan menjadi beban dan akan mengganggu konsentrasi di pertandingan. Jadi, sebisa mungkin saya tetap percaya diri dan berusaha menunjukkan kemampuan saya," kata Adit.


Adre dan Adit memang menjadi tumpuan di titik pertahanan terakhir #GarudaSelect. Di bawah arahan Coach Phil Smith sebagai pelatih kiper, mereka berdua terus mendapatkan latihan intensif untuk terus bisa meningkatkan kemampuan agar bisa menjadi penjaga gawang yang memiliki kemampuan yang lebih mumpuni.