Search

Bramdani, The Next Andik?

Jurnal Timo Scheunemann Part 5

Bramdani namanya. Winger Garuda Select angkatan kedua ini memiliki kecepatan dan kelincahan luar biasa. Selain itu, yang membuat saya lebih terpikat adalah ia punya mental pekerja keras dan tidak mengenal rasa takut. Asal tetap konsisten berkembang, saya cukup yakin anak ini punya masa depan cerah. Bramdani, nama satu ini perlu Anda ingat!


Brami, begitu biasa ia dipanggil oleh Des Walker, Pelatih Kepala Garuda Select. Tumbuh besar di Jember, lembaran awalnya berkarier di dunia sepak bola dimulai ketika bergabung dengan SSB Glory Putra. Awalnya, sang ayah sempat menentang keinginan Bram bermain bola. Ia khawatir, tubuhnya yang mungil rentan cedera.


Namun ketika Bram masih duduk di kelas tiga SD, ia nekat mendaftarkan diri ikut turnamen di desanya. Melihat anaknya yang bermain tanpa alas kaki dengan antusiasme tinggi, hati sang ayah pun luluh. Dalam sebuah pertandingan, performa apik Bram ternyata terpantau oleh tim pemandu bakat Persebaya U-16. Dari sanalah, posisinya yang semula penyerang depan, dipindah ke sektor sayap, hingga saat ini.


Tentu, masih banyak yang harus dipelajari Bram. Beruntung, posisi bermainnya sama dengan Direktur Teknik Garuda Select, Dennis Wise, ketika masih bermain. Banyak pelajaran berharga yang bisa diserapnya langsung dari seorang pemain kelas dunia yang kebetulan bermain di posisi yang sama.


Momen menggelitik yang saya saksikan langsung adalah ketika menerjemahkan arahan Dennis untuk para pemain sayap, termasuk Bram. Bukan hanya berbicara, Dennis juga meminta Bram ikut berlari bersamanya ke mana pun ia bergerak. Sesekali Dennis berhenti sejenak karena nafasnya tersengal-sengal namun tetap berusaha memberi arahan untuk Bram.


Berikut ini merupakan rangkuman pengajaran yang diberikan Dennis Wise bagi para pemain sayap dalam bentuk key tips. Perhatikan dua diagram di bawah ini

Carilah ruang seluas mungkin. Memiliki ruang yang seluas mungkin sangat penting karena selain bisa mengontrol bola dengan leluasa, pemain juga bisa melewati lawan dengan kencang. Perlu ruang dan waktu untuk mencapai kecepatan maksimal. Maka dari itu, ketersediaan ruang sangat penting.


Arah pergerakan saat menggiring bola jangan lurus menyusuri garis tepi lapangan karena akan memudahkan lawan dalam menutup pergerakan. Yang seharusnya dilakukan adalah menggiring bola diagonal ke dalam. Dengan demikian winger memiliki opsi melewati lawan lewat sisi dalam ataupun luar.


Be smart, think football! Dengan kata lain, selalu aktif memutar otak saat bermain. Sebagai contoh, usahakan berada di posisi yang sulit dipandang oleh bek sayap lawan. Selanjutnya, lakukan pergerakan maju meminta bola di saat yang tepat, yakni saat bek sayap memandang bola (tidak memperhatikan sayap).


Contoh bermain dengan cerdas lainnya adalah menggunakan kelebihan yang kita miliki. Kalau kita memiliki kecepatan jangan menghentikan bola ketika mengontrolnya. Yang benar adalah saat mengontrol bola, kita seharusnya sekaligus mengarahkan bola ke ruang kosong. Dengan demikian kita sudah melakukan pergerakan sebelum lawan sempat mendekati.


No doubt, Bramdani cepat belajar. Sebagai contoh, pergerakannya ketika pertama kali datang masih pasif. Sekrang, ia sudah sering melakukan spin yaitu gerakan pura-pura mendatangi bola lalu berputar mengitari lawan yang menjaga ketat, guna mengeksploitasi ruang kosong di belakang lawan. Pergerakan ini, walau sederhana, sangat efektif di setiap pertandingan Garuda Select. Mengingat Bramdani melakukannya dengan super eksplosif.


Seringkali lawan yang frustasi menjaganya terpaksa melakukan pelanggaran keras guna menghentikan pergerakan Bramdani. Yang membuat saya bangga, saat itu terjadi, Bramdani dengan cepat berdiri kembali. Sama sekali tidak cengeng. Posturnya memang kecil, tapi Bramdani berdiri gagah! Tetaplah serius dalam menimba ilmu, Bram. Gapai cita-citamu. Kalau dulu ayahmu membelikan sepatu bola, siapa tahu nantinya kamu bisa membelikan rumah untuk orang tuamu.


Salam, Timo Scheunemann

  • Instagram