Search

Berawal dari Mimpi, Ibnul Wakil Penajam Kalimantan yang Berjuang di Garuda Select

Updated: Jan 27

Menurut Dennis Wise, Ibnul memiliki potensi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang bek tengah berkualitas.

Ibnul Mubarak hampir tak percaya ketika terpilih mengikuti program #Garudaselect. Ia selalu bermimpi untuk bisa merasakan dan mendapat pengalaman bermain sepakbola di Eropa. Kini, dia sedang menjalankan mimpinya tersebut.


"Setelah melihat daftar nama pemain yang lolos seleksi dan ternyata ada nama saya, saya langsung bertanya kepada (Muhammad) Faiz Maulana yang kebetulan rekan satu kamar saya, 'ini benar kita lolos?'. Faiz menjawab 'iya, benar'," kenang Ibnul yang langsung memberi kabar bahagia tersebut kepada keluarganya di Penajam Utama, Kalimantan Timur. "Tentunya keluarga saya semua sangat senang. Orang tua sebenarnya tidak terlalu paham, tetapi mereka tahu bahwa ini adalah salah satu jalan penting bagi masa depan saya menjadi pemain sepakbola profesional dan mewujudkan mimpi membela tim nasional. Apalagi, Program #GarudaSelect ini membawa nama Indonesia"


Jika bukan karena mengikuti langkah kakaknya bergabung dengan SSB di Penajam Utama, mungkin saat ini Ibnul masih bermain futsal. Ia memang lebih sering berlatih futsal ketika SD. Namun, pada akhirnya, Ibnul malah terpilih untuk membela Penajam Pasir di Piala Soeratin 2019. Dari kompetisi inilah, bakat Ibnul terlihat oleh pemandu bakat #GarudaSelect.


“Saya masih ingat itu hari Selasa. Setelah saya latihan, malamnya saya dihubungi untuk datang ke rumah pelatih saya di Penajam Pasir. Orang tua sempat kebingungan karena kami tidak diberi tahu tujuannya. Setelah sampai di rumah pelatih, barulah kami diperlihatkan surat panggilan dan diberi tahu bahwa saya dipanggil ke Bogor untuk mengikuti seleksi Program #GarudaSelect," kata Ibnul.


Pria kelahiran Balikpapan, 14 Oktober 2004 itu menjadi satu-satunya dari enam pemain asal Penajam Utama yang terpilih untuk mengikuti program Garuda Select di Inggris. Ia mengaku bersyukur karena bisa berlatih langsung di bawah arahan Pelatih ternama seperti Dennis Wise dan Des Walker. "Mereka adalah pesepakbola legenda. Des posisinya sama seperti saya, seorang bek tengah. Dia orangnya baik. Meskipun mereka sering teriak, itu adalah hal baik untuk mengingatkan kami sebagai pemain," kata Ibnul.


Menurut Wise, Ibnul memiliki potensi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang bek tengah berkualitas. Tetapi, masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan, terutama dari segi mental. "Saya mendapatkan kesan ia masih cukup mudah menyerah. Bukannya tidak mau berusaha, tapi tidak mencoba. Ini wajar karena terkadang anak-anak muda memang merasa malu ketika kalah dibandingkan teman-temannya. Ibnul harus terus fokus dan berkonsentrasi karena saya yakin dia bisa banyak berkembang," kata Wise.


"Ketika saya melihat Ibnul, saya langsung berpikir bahwa anak ini sangat cocok menjadi seorang bek tengah. Masalahnya, dia masih memiliki kekurangan dari sisi kekuatan fisik. Tubuhnya memang tinggi, tetapi tak cukup kuat, terutama tubuh bagian atasnya. Ibnul juga masih harus meningkatkan kecepatannya terutama untuk lari jarak jauh, terlepas dari itu, dia sangat tenang ketika memegang bola. Ia memiliki kemampuan yang sangat baik sebagai seorang bek tengah. Ia bisa mengoper bola dan membaca situasi. Ia cukup berani beradu fisik dan melakukan tekel."

Ibnul sendiri menyadari masih banyak hal yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki olehnya. Apalagi, setelah mendapat evaluasi dari tim pelatih lewat sesi video analysis laga melawan Port Vale U18. "Masih ada kesalahan-kesalahan yang saya harus perbaiki dalam latihan dan juga pertandingan. Ketika saya lihat video, saya melihat jelas saya kalah dalam duel udara satu lawan satu, padahal saya lebih tinggi dari penyerang lawan," kata penggemar Real Madrid dan Sergio Ramos itu. "Saya ingin memperkuat fisik, apalagi coach Jake (Fitzsimmons) bilang bahwa berat badan saya tak seimbang jika dibandingkan dengan tinggi saya."


"Saya berharap setelah pulang dari sini saya bisa dipanggil tim nasional. Saya juga ingin mengikuti jejak Bagus Kahfi dan Brylian Aldama berkarier di Eropa," kata Ibnul