Search

Belajar dari Evaluasi Pelatih

Updated: Jan 25

Seiring berjalannya waktu para pemain mulai paham tentang apa yang harus dilakukan.

Selama satu bulan menjalani Program Garuda Select, para pemain terus diberikan pendalaman materi tentang permainan sepakbola secara detil di setiap posisinya. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan skema permainan di segala lini. Meski awalnya terlihat kesulitan, seiring berjalannya waktu para pemain mulai paham tentang apa yang harus dilakukan.


Contohnya seperti Wahyu Agung yang berposisi sebagai penyerang. Ia diberi tanggung jawab untuk menjamin produktivitas tim lewat peluang-peluang yang bisa dimaksimalkan menjadi gol.


“Sebagai penyerang, saya harus bisa memaksimalkan peluang. Dengan begitu saya bisa berkontribusi positif untuk tim. Kemudian pelatih juga meminta harus bermain simple dan tidak mudah kehilangan bola,” katanya.


"Biasanya kami berlatih finishing dan internal game. Dari situ pelatih memberikan instruksi yang lebih detil seperti penempatan posisi, ke mana arah lari dan sebagainya,"


Permainan sederhana memang menjadi salah satu aspek yang sering ditekankan tim pelatih di semua lini. Termasuk sektor pertahanan yang sempat mendapat apresiasi pelatih pada pertandingan perdana menghadapi Port Vale. “Komunikasi harus berjalan dengan baik, lalu jangan cepat kehilangan bola dan harus kuat saat berduel. Sebagai bek, pelatih meminta saya untuk tidak membiarkan penyerang lawan lepas dari penjagaan. Pelatih juga meminta kami semua untuk kompak dalam bertahan,” kata Faqih Maulana.


"Kalau untuk kuat berduel biasanya pelatih memberi latihan 1v1, 2v2, atau 3v3. Kemudian sebelum pertandingan biasanya kita latihan set piece untuk bertahan di situasi sepak pojok. Kemudian latihan possession juga agar tidak mudah hilang bola. Kalau soal komunikasi biasanya di luar lapangan saya ngobrol dengan rekan setim,"


Sektor tengah juga memegang peranan penting dalam transisi permainan baik saat bertahan maupun menyerang. Salah satu pemain senior di Program Garuda Select musim ini, Fernando Pamungkas, mengatakan, butuh kerja keras untuk bisa menjalankan instruksi pelatih dengan baik. “Pelatih sering bilang harus bermain lebih agresif dan tetap konsisten. Kemudian harus lebih percaya diri ketika berhadapan dengan lawan. Itu yang selalu saya lakukan di lapangan, tidak mudah mengalah seperti apa pun lawannya,” kata Nando.




Recent Posts

See All